Pontianak, 22 April 2026 - Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak. Dalam arahannya, Amirullah menekankan pentingnya keberadaan data yang akurat, mutakhir, dan terstandar sebagai landasan utama perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan daerah. Beliau menegaskan bahwa data yang disajikan harus mencerminkan kondisi riil di lapangan, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

"Data yang berkualitas adalah kunci kebijakan yang tepat sasaran. Pengumpulan data dapat dimulai dari tingkat kelurahan, seperti data Pedagang Kaki Lima dan stunting. Komitmen kita bersama dalam menghasilkan data berkualitas akan mendorong terwujudnya pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kota Pontianak."

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Syamsul Akbar dalam sambutan sekaligus laporan kegiatan menegaskan bahwa setiap produsen data diwajibkan menyampaikan data yang dihasilkan beserta metadata yang lengkap, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Hal ini menjadi dasar hukum yang mengikat seluruh Perangkat Daerah untuk tertib dalam pengelolaan dan pelaporan data.

Selain itu, akbar juga menekankan pentingnya pengelolaan dan keamanan data, khususnya dalam pengelolaan laman resmi di masing-masing Perangkat Daerah, agar data yang disajikan kepada publik tetap terjaga keakuratannya dan terhindar dari risiko keamanan data dan informasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak, Doddy Saputro dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Sebagai instansi pembina data statistik sektoral, BPS berperan aktif memberikan pembinaan dan pendampingan teknis kepada Perangkat Daerah, termasuk melalui penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas seperti yang digelar hari ini.

Doddy juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara produsen data, walidata, dan pembina data guna mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi dan berkualitas. Komitmen seluruh pihak dalam ekosistem data ini menjadi prasyarat utama terciptanya Satu Data Indonesia di tingkat daerah.

Salah satu agenda strategis yang dipaparkan dalam pelatihan ini adalah Program Kelurahan Cinta Statistik atau Kelurahan Cantik, yang disampaikan oleh narasumber dari BPS Kota Pontianak, Siti Fenisha Indah Puteri, S.Tr.Stat. Program ini merupakan inisiatif pembinaan statistik di tingkat kelurahan yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan dalam mengelola data secara mandiri, akurat, dan berkelanjutan.

Lebih jauh, program ini dirancang untuk membentuk budaya sadar data yang mengakar sejak dari tingkat pemerintahan paling bawah. Pada Tahun 2026, tiga kelurahan telah terpilih sebagai percontohan pelaksanaan Kelurahan Cantik, yaitu Kelurahan Benua Melayu Darat, Benua Melayu Laut, dan Batulayang. Kepala Diskominfo turut berharap agar program ini dapat diperluas secara menyeluruh ke seluruh kelurahan di Kota Pontianak dalam waktu ke depan.

Memasuki sesi inti pelatihan, materi teknis disampaikan oleh Yovie Iswanto Wibowo, S.Tr.Stat., narasumber dari BPS Kota Pontianak. Peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai jenis-jenis metadata, yang mencakup metadata kegiatan, variabel, dan indikator. Secara khusus dijelaskan pula tata cara penyusunan metadata indikator yang meliputi penentuan nama, konsep, definisi, interpretasi, metode atau rumus perhitungan, ukuran, satuan, klasifikasi penyajian, hingga aspek aksesibilitas data.

Para peserta dari berbagai Perangkat Daerah juga diperkenalkan dengan penggunaan Aplikasi INDAH (Informasi Data Nasional) serta pemanfaatan SIRUSA sebagai sarana pengelolaan dan pencarian metadata secara resmi. Pemaparan disertai dengan contoh penerapan konkret yang dapat langsung diimplementasikan di masing-masing Perangkat Daerah.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, seluruh Perangkat Daerah diharapkan dapat menerapkan penyusunan metadata dan penerapan standar data secara konsisten dalam proses kerja sehari-hari. Koordinasi yang berkelanjutan dengan Walidata juga menjadi kunci dalam memastikan pengelolaan data berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Dukungan terhadap keberlanjutan Program Kelurahan Cinta Statistik pun diharapkan terus menguat sebagai bagian integral dari penguatan tata kelola data hingga ke tingkat kelurahan. Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem data yang kuat, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.